Frame Psikologi

Frame Psikologi

Memuat...

Logo
Tanya Apapun Gratis

Tanya Psikolog

Tanya Apapun Mengenai Permasalahan Psikologis, Kesehatan Mental atau Perkembangan Psikologismu, Psikolog Frame Psikologi Siap Membantu, Gratis.

16 Diskusi Tersedia

Pertanyaan yang sudah dijawab oleh psikolog profesional

Quarter Life Crisis Anonim

Usia 20-an Belum Tau Mau Menjadi Apa? Apakah Aku Terlambat?

Saya sudah berusia 20-an, tetapi sampai sekarang masih belum tahu sebenarnya ingin menjadi apa, bekerja di mana, atau seperti apa kehidupan yang saya inginkan. Sementara teman-teman terlihat sudah memiliki karier dan tujuan hidup masing-masing. Apakah saya terlambat, atau sebenarnya kondisi seperti ini masih wajar?

30 3 minggu yang lalu
Mutia Lara Sari, M.Psi., Psikolog • Psikolog
 
Hai, sebelumnya makasih ya sudah bertanya di forum ini. Oke, aku bantu jawab pertanyaan kamu satu per satu ya.
Berusia 20-an dan belum tahu ingin menjadi apa, apakah berarti kamu terlambat?
Jawabannya: Tidak.
Usia 20-an bukan berarti kamu harus sudah memiliki tujuan hidup dan karier yang final. Justru, dalam perspektif psikologi perkembangan, usia 20-an merupakan salah satu periode yang banyak digunakan individu untuk mengeksplorasi identitas, pekerjaan, relasi, serta kehidupan seperti apa yang ingin mereka bangun.
Jadi, kalau saat ini kamu masih bingung dan belum tahu ingin menjadi seperti apa, kondisi tersebut tidak otomatis berarti ada yang salah dengan dirimu. Bisa jadi kamu memang sedang berada dalam proses eksplorasi.
Lalu mungkin muncul pertanyaan, “Tapi teman-temanku sudah tahu mereka mau menjadi apa. Kenapa aku belum?”
Nah, di bagian ini kamu perlu berhati-hati untuk tidak menjadikan kehidupan orang lain sebagai ukuran untuk menentukan apakah kamu terlambat atau tidak. Setiap orang memiliki pengalaman, kesempatan, kebutuhan, dan proses perkembangan yang berbeda.

Yang perlu kamu lakukan bukan memaksa diri untuk segera menemukan satu jawaban, tetapi mulai mengumpulkan informasi tentang dirimu sendiri.
Dalam pengambilan keputusan karier, kita tidak selalu langsung mengetahui pekerjaan apa yang paling tepat. Kita perlu melalui proses mengenali diri, mengeksplorasi pilihan, mendapatkan informasi, kemudian mencoba dan mengevaluasi pengalaman tersebut.
Kamu bisa mulai dengan journaling. Misalnya, coba tuliskan:
  • Apa yang sebenarnya aku sukai?
  • Kegiatan atau pekerjaan apa yang pernah aku lakukan dan ternyata membuatku tertarik?
  • Aktivitas apa yang membuat aku merasa berguna?
  • Kemampuan apa yang saat ini aku miliki?
  • Kemampuan apa yang ingin aku kembangkan?
  • Lingkungan kerja seperti apa yang membuatku nyaman?
  • Kehidupan seperti apa yang sebenarnya ingin aku bangun?
  • Apakah aku lebih menginginkan stabilitas, tantangan, fleksibilitas, penghasilan tertentu, atau hal lainnya?
  • Pengalaman apa yang selama ini membuatku merasa “ini ternyata bukan untukku”?

Dari jawaban-jawaban tersebut, kamu belum tentu langsung menemukan satu profesi yang pasti. Dan itu tidak masalah.
Tujuannya adalah mengumpulkan informasi tentang dirimu melalui refleksi dan pengalaman nyata, kemudian secara bertahap melihat pola: hal apa yang kamu sukai, kemampuan apa yang kamu miliki, nilai apa yang penting bagimu, dan lingkungan seperti apa yang sesuai dengan dirimu.
Jadi, jangan merasa bahwa kamu harus sudah memiliki seluruh jawaban tentang hidup hanya karena orang lain terlihat sudah memilikinya.
Kadang kita bukan terlambat. Kita hanya masih berada dalam proses mencari tahu.
Dan proses itu tidak cukup hanya dengan berpikir. Eksplorasi juga membutuhkan keberanian untuk mencoba, mengalami, mengevaluasi, lalu mencoba lagi.
Selamat mengeksplorasi diri. Jangan takut mencoba hal-hal baru, karena terkadang kita baru mengetahui apa yang kita inginkan setelah mengalami sendiri apa yang ternyata tidak kita inginkan. Tetap semangat Yaaa, Kalau kamu butuh bantuan kita bisa bantu dan disini banyak Psikolog yang bisa bantu kamu :) 
Kesehatan Mental Umum Anonim

Hubungan Kesehatan Fisik dan Kesehatan Mental

Apakah kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik? Mengapa keduanya tidak dapat dipisahkan dalam menjaga kualitas hidup seseorang, dan bagaimana kondisi psikologis seperti stres, kecemasan, atau tekanan emosional dapat memengaruhi kesehatan fisik serta aktivitas sehari-hari? Selain itu, apa yang dapat dilakukan seseorang untuk mulai lebih peduli terhadap kesehatan mentalnya?

30 3 minggu yang lalu
Rizqia Nur Amalia Sari, M.Psi., Psikolog • Psikolog
Keduanya saling berpengaruh dan sama pentingnya dalam hidup kita sebagai individu ya. Ketika kita merasa cemas, pikiran dan tubuh kita pun bereaksi loh sehingga jadi sulit tidur, mudah lelah, sulit konsentrasi, atau ada keluhan fisik tertentu. Hal ini juga akhirnya mempengaruhi kondisi emosional kita. Menjaga kesehatan mental kita bisa dimulai dari hal kecil terlebih dahulu. Bisa dari belajar mengenali apa yang sedang dirasakan, memberi waktu untuk istirahat, menjaga pola tidur dan aktivitas, bercerita dengan orang yang dipercaya, dan mencari bantuan profesional ketika sudah mulai mengganggu keseharian. 


Relasi Anonim

Mengapa sulit untuk menjawab tidak ?

“Saya sebenarnya ingin menolak, tetapi selalu merasa tidak enak, takut orang lain kecewa, atau khawatir dianggap egois. Mengapa saya sulit mengatakan ‘tidak’, dan bagaimana cara belajar menolak tanpa terus dihantui rasa bersalah?

30 3 minggu yang lalu
Dinda Putri Mahendra, M. Psi., Psikolog • Psikolog
Kenapa sulit menolak? Karena terkadang kita terlalu peduli dengan perasaan orang lain sampai mengabaikan batasan diri sendiri, contohnya : takut dinilai jahat, takut dijauhi, atau menganggap memprioritaskan diri itu egois.. Saat kamu terus mengiyakan hal yang sebenarnya tidak kamu sanggupi, kamu sedang mengorbankan waktu dan kesehatan mentalmu sendiri. pelan pelan belajar bilang tidak demi untuk kesehatan mentalmu juga, karena kita tidak boleh memaksakan apa yang tidak kita bisa.  Pahami bahwa menolak itu bukan kejahatan, tapi bentuk kejujuran 
Tekanan Pekerjaan Anonim

Work life balance

Kerjaan numpuk, deadline mepet, chat kerja terus masuk, tapi tetap harus terlihat baik-baik saja. Sebenarnya, bagaimana cara menjaga kesehatan mental ketika pekerjaan sedang sangat banyak?

24 3 minggu yang lalu
Meidiya Ende Repa, S.Psi., M.Psi., Psikolog • Psikolog
Haii.. saya Psikolog Meidiya, terima kasih karena kamu sudah berani untuk bercerita di forum ini, mungkin rasanya tidak mudah menjalani hari-hari dengan kondisi dan situasi kamu saat ini.. untuk itu saya mencoba menjawab pertanyaan kamu yaa.

menyeimbangkan antara pekerjaan satu dengan lainnya memang tidak semudah yang kita bayangkan. Jika dilihat dari uraian problem yang kamu sampaikan ada pertanyaan yang mungkin bisa kamu jawab dalam hati, apakah pekerjaan yang membuat mental kamu terganggu atau kondisi mental kamu yang membuat pekerjaanmu terganggu? :)

Nah.. hal ini mungkin sedikit membuat kamu merasa bingung, akan tetapi ketika kamu bersedia untuk fokus dan mulai berfikir kembali terkait peran dan tujuan yang sedang kamu jalani saat ini, mungkin akan dapat membuatmu merasa lebih aware/sadar dengan kebutuhan diri kamu saat ini. Namun, apabila saat ini kamu merasa sedang tidak baik-baik saja, dan sulit untuk berfikir jernih/fokus dan sulit mencari jalan keluar, tidak apa-apa kok.. jika kamu jeda dulu sebentar dari semua aktivitas sambil mengambil nafas. Namun apabila sudah tidak tertahankan lagi jangan sungkan untuk mengubungi profesional yaaa ..
Semoga pesan ini sedikit membuat hati dan pikiran kamu terasa lebih ringan  ;))

Punya Pertanyaan Lain?

Konsultasi langsung dengan psikolog profesional kami secara rahasia dan nyaman.

Mulai Konsultasi