Frame Psikologi

Frame Psikologi

Memuat...

Logo
Tanya Apapun Gratis

Tanya Psikolog

Tanya Apapun Mengenai Permasalahan Psikologis, Kesehatan Mental atau Perkembangan Psikologismu, Psikolog Frame Psikologi Siap Membantu, Gratis.

16 Diskusi Tersedia

Pertanyaan yang sudah dijawab oleh psikolog profesional

Overthinking Anonim

“Nggak Apa-Apa, atau Cuma Terbiasa Memendam?“

Sering pura-pura nggak apa-apa padahal sebenarnya banyak yang dipendam. Emang bisa ya, kebiasaan memendam perasaan bikin kita capek secara mental ?

17 2 minggu yang lalu
Dinda Putri Mahendra, M. Psi., Psikolog • Psikolog
Bisa banget.
Kadang kita merasa capek bukan karena terlalu banyak aktivitas, tapi karena terlalu banyak hal yang dipikirkan dan dipendam.
Kita bilang, “nggak apa-apa,” padahal sebenarnya kecewa.
Kita bilang, “aku kuat,” padahal sebenarnya sudah lelah.
Kita memilih diam karena nggak mau merepotkan orang lain.

Masalahnya, perasaan yang terus dipendam nggak benar-benar hilang. Kita tetap mengeluarkan energi untuk menahan, menyembunyikan, dan terlihat baik-baik saja.
Lama-lama, capeknya bisa terasa bukan cuma di pikiran, tapi juga di tubuh. Jadi lebih mudah sensitif, sulit tenang, banyak overthinking, atau tiba-tiba merasa ingin menangis tanpa tahu kenapa.

Jadi, nggak apa-apa kalau sesekali kita mengakui, “Aku ternyata lagi nggak baik-baik saja.”
Kita nggak harus selalu kuat. Kadang, yang kita butuhkan bukan memaksa diri untuk baik-baik saja, tapi memberi diri sendiri ruang untuk merasakan apa yang memang sedang dirasakan.
Stres Anonim

Nggak banyak aktivitas, tapi kok kepala rasanya penuh dan badan ikut capek?

Nggak banyak aktivitas, tapi kok kepala rasanya penuh dan badan ikut capek? Sebenarnya, apa yang sedang terjadi?

15 2 minggu yang lalu
Dinda Putri Mahendra, M. Psi., Psikolog • Psikolog
Bisa jadi yang lelah bukan cuma tubuh, tapi juga pikiran.
Kadang kita merasa, “Aku kan nggak banyak aktivitas, kok capek banget?” Padahal sepanjang hari otak tetap bekerja: memikirkan banyak hal, mengantisipasi sesuatu, menahan emosi, overthinking, mengambil keputusan kecil, atau terus memikirkan hal yang belum selesai.
Akibatnya, meskipun tubuh tidak banyak bergerak, beban mental tetap menguras energi. Ini sering terasa seperti kepala penuh, sulit fokus, mudah lelah, ingin rebahan, tetapi setelah istirahat pun rasanya belum benar-benar “reset”.
Relasi Anonim

Enggan Bersosialisasi karena Pengalaman Buruk Dimasa Lalu

halo asalamualaikum, ini saya mau bertanya atau cerita , saya kan dri 2022 jarang keluar rumah dan jarang bermain atau berkomunikasi sama orang, dlu saya sering berkomunikasi atau beraktifitas kayak biasa nya, tapi semenjak saya di jauhi teman saya dan dia menghasut orang untuk menjauhi saya, dri situ saya jarang keluar rumah bahkan sholat pun ga di masjid , dari 2022 sampai 2026, dan mental saya mudah runtuh jika di bicarakan orang lain atau di benci dan di omongin, 2022 sampai 2026 jarang keluar rumah itu sulit bahkan kita bisa menghilangkan momen berharga, 1 lagi , gada yang mau temanan sama saya serius gada, bahkan saya meraka orng orang membenci saya , apa labgkah awal saya yang bisa saya coba

19 2 minggu yang lalu
Aisyah Bunga Septiani, M.Psi., Psikolog • Psikolog
Selamat malam.
Saya ikut sedih atas apa yang kamu alami. Pasti rasanya nggak adil yaa kehidupan sosialnya jadi hancur karena satu orang yang dengan sengaja menghasut orang lain. Diasingkan oleh orang yang sebenarnya bahkan nggak berkonflik dengan kita (karena dipengaruhi) tentu saja adalah pengalaman yang menyakitkan dan sangat wajar untuk seseorang mengalami penurunan kepercayaan diri dan kecemasan sosial. Dan sangat mungkin untuk kamu jadi lebih sensitif ketika ada orang yang membicarakanmu dibelakang, karena itu mengingatkanmu tentang pengalaman di masa lalu tersebut. 

Namun, pada dasarnya X (orang yang meghasut) hanyalah manusia yang nggak sempurna, jadi kemampuannya dalam menghasut orang lain jangkauannya pasti terbatas. Jadi, kamu bisa mulai coba berinteraksi dengan orang diluar jangkauan X. Karena orang asing pada dasarnya masih dalam mode netral (tidak membenci atau menyukai kita), maka mereka bisa dijadikan sebagai calon teman. 

Jika butuh arahan lebih lanjut, penguatan dan bantuan lainnya, kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog Frame selama ada kesempatan dan rezeki lebih. 
Semoga membantu. 
Keluarga Anonim

Sudah Banyak Pencapaian Namun Tetap Merasa Kurang

Udah mencapai banyak hal, tapi kok masih sering ngerasa kurang ? Kenapa pencapaian sebanyak apa pun rasanya tetap nggak cukup ?

21 2 minggu yang lalu
Aisyah Bunga Septiani, M.Psi., Psikolog • Psikolog
Selamat malam. 
Ini pertanyaan yang menarik yaa. Sebenarnya faktornya ada banyak kemungkinan. Misal, mungkin karena orang yang kamu anggap penting, justru tidak mengapresiasi sehingga prestasimu selama ini rasanya seperti bukan hal yang istimewa, padahal dia adalah orang yang penting untuk membuatmu merasa bernilai. Atau mungkin karena kebiasaan sering membandingkan diri dengan orang lain, padahal nilaimu sudah 10 tapi setelah liat milik orang yang 12, itu buat kamu terus merasa kurang, dan banyak kemungkinan lainnya. 

Namun, saya nggak bisa menjawab dengan pasti tanpa tau lebih banyak soal kamu. Karena manusia itu unik, jadi setiap kasus pasti berbeda. Jika ada kesempatan dan rezeki lebih, kamu bisa melakukan konsultasi dengan psikolog Frame untuk membedah lebih dalam soal dirimu, sehingga kamu bisa lebih tau. 
Semoga membantu. 
Kesehatan Mental Umum Anonim

Kenapa Susah Bangun Padahal Sudah Tidur Cukup ?

Alarm udah bunyi berkali-kali, tidur sebenarnya sudah cukup, tapi badan masih rasanya ‘nggak mau diajak kerja sama’. Begitu bangun pun rasanya berat banget buat mulai aktivitas. Kenapa bisa seperti ini?

29 2 minggu yang lalu
Digi Alamsyah, S.Psi., M.Psi. • Psikolog
Jangan buru-buru menyebut diri sendiri malas, ya. Bisa jadi, bukan hanya tubuh yang lelah, tetapi pikiran juga sedang kehabisan energi.

Tekanan pekerjaan, masalah pribadi, stres, atau emosi yang terus dipendam bisa membuat kita mengalami kelelahan mental (mental fatigue). Akibatnya, aktivitas sederhana seperti bangun tidur pun terasa begitu berat.

Lalu, apa yang harus dilakukan ?

Coba mulai dengan mengenali apa yang sebenarnya sedang kamu rasakan. Apakah hanya kurang istirahat, sedang banyak pikiran, atau ada beban emosional yang belum terselesaikan?

Kalau kondisi ini terus berulang dan mulai mengganggu aktivitas, kamu nggak harus menghadapinya sendirian.

Di Frame Psikologi, kamu bisa bercerita, mengenali kondisi psikologismu, dan mendapatkan pendampingan bersama psikolog profesional.

Karena terkadang, yang kita butuhkan bukan sekadar tidur lebih lama, tetapi juga ruang untuk beristirahat secara emosional.
Emosi Anonim

"Aku Lagi Capek Banget" - Sedih, Stres atau Burnout?!

Di media sosial kita sering dengar istilah ‘burnout’, ‘stres’, ‘emotionally drained’, atau ‘lagi nggak baik-baik aja’. Tapi sebenarnya apa bedanya sedih, stres, dan kelelahan emosional? Bagaimana kita tahu apa yang sedang kita alami tanpa asal self-diagnose ?

27 2 minggu yang lalu
Yulinda Rahma Atika, M.Psi., Psikolog • Psikolog
Sedih, stres, atau burnout. Terkadang rasanya mirip ya, tapi sebenarnya berbeda yah.

Sedih biasanya muncul karena merasa kecewa, terluka dan bisa juga karena merasa kehilangan. Sedih biasanya ada pemicunya dan perlahan bisa mereda.


Stres muncul saat tekanan terasa terlalu berat, sehingga pikiran terasa penuh, tubuh tegang, cemas dan sulit untuk tenang dan rileks.


Sementara itu, Burnout terjadi ketika stres yang berlangsung terlalu lama, sehingga bukan hanya merasa lelah, tetapi juga merasa sangat lelah dan kehilangan semangat. Istirahat sebentar saja kadang belum cukup.


Untuk mengenalinya, coba perhatikan berapa lama, seberapa berat, dan apa dampaknya pada tidur, pekerjaan, belajar, dan hubungan dengan orang lain.
Jika perasaan berat itu berlangsung lebih dari dua minggu, sangat mengganggu aktivitas, atau muncul keinginan menyakiti diri, jangan hadapi sendirian. Kamu nggak harus melewati semuanya sendirian. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari psikolog atau layanan kesehatan terdekat. 

It's okay to ask for help. Kamu nggak sendirian:))

Punya Pertanyaan Lain?

Konsultasi langsung dengan psikolog profesional kami secara rahasia dan nyaman.

Mulai Konsultasi