Selamat malam. Sebenarnya, untuk mendiagnosa seseorang mengalami gangguan mental perlu asesmen mendalam karena kata "gangguan" itu sendiri sudah menunjukkan bahwa kondisi tersebut sudah diluar batas normal. Hanya karena seseorang mengalami kesedihan atau stres tidak selalu diartikan bahwa kondisi tersebut gangguan mental. Namun, memang umumnya banyak orang yang menganggap kondisi-kondisi tersebut sebagai gangguan mental. Jadi saya memahami kekhawatiran dan konfirmasi Mas/Mbak yang mengatakan ''Saya tidak merasa mengalami gangguan mental" hehe.
Pada dasarnya mengalami stres dan kebingungan sehingga sulit mengambil keputusan adalah hal yang umum terjadi pada setiap manusia, karena masalah sering muncul bahkan ketika kita tidak membuat masalah alias ''masalah karena faktor eksternal''. Namun, jika stres atau kondisi-kondisi tersebut sangat tidak nyaman dan mengganggu keseharian Mas/Mbak, maka meminta bantuan profesional juga dapat menjadi rekomendasi. Pada dasarnya, tenaga profesional seperti psikolog tidak hanya dapat membantu klien memvalidasi perasaan atau memotivasi, tapi juga membantu menguraikan benang kusut dikepala klien, agar ia mampu melihat masalahnya dengan lebih jelas, terarah dan menemukan solusi atas apa yang sedang dihadapi.
Lalu pertanyaan terakhir, menunggu masalah menjadi lebih berat adalah keputusan yang kurang disarankan. Saat ini mungkin Mas/Mbak sudah merasa tidak nyaman atas kondisi tersebut, bila masalah akan semakin besar maka perasaan ketidaknyamanan atau resiko lainnya bisa lebih besar. Namun keputusan menunggu hingga masalah lebih besar atau segera diselesaikan, tetap berada ditangan setiap orang termasuk Mas/Mbak. Hanya saja harus tetap mempertimbangan jika menunggu dulu hingga masalah semakin besar, apakah sudah siap menghadapi setiap resikonya.
Semoga membantu.